Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

MBG Prabowo vs Dapur Rakyat JK. sering dibaca seolah dua kutub. Padahal keduanya bicara soal satu hal: perut rakyat dan masa depan generasi.

MBG Prabowo vs Dapur Rakyat JK. sering dibaca seolah dua kutub. Padahal keduanya bicara soal satu hal: perut rakyat dan masa depan generasi. MBG Prabowo vs Dapur Rakyat JK. sering dibaca seolah dua kutub. Padahal keduanya bicara soal satu hal: perut rakyat dan masa depan generasi. MBG adalah desain negara. Skala besar, sistematis, pakai anggaran, pakai struktur. Negara hadir memberi makan agar anak kuat belajar dan tumbuh. Dapur Rakyat ala JK adalah gerakan hidup. Partisipasi, gotong royong, ekonomi sekitar bergerak, rakyat ikut merasa memiliki. Yang satu top-down, yang lain bottom-up. Masalah muncul kalau program negara kehilangan sentuhan rakyat, atau gerakan rakyat kehilangan dukungan sistem. Bagi JK, bukan soal siapa paling benar. Yang penting: 👉 makanan sampai, 👉 gizi terpenuhi, 👉 ekonomi lokal berputar, 👉 tidak jadi proyek yang hanya mengenyangkan laporan. Kalau MBG punya anggaran dan dapur rakyat punya jiwa, mestinya keduanya bisa saling menguatkan. Karena rakyat tidak butuh...

Postingan Terbaru

Negara bisa gaduh oleh banyak suara. Namun tanpa kekuasaan, idealisme hanya akan jadi puisi yang dibacakan di lorong sepi.

Gagasan awal berdirinya Indonesia bukan sekadar pindah bendera, bukan sekadar ganti tuan. Ia lahir dari kesadaran menjadi bangsa yang berdaulat.

Jika gudang bahan kimia bocor, jangan ramai berspekulasi. Serahkan penyidikan kepada kepolisian. Di situlah legitimasi dan tanggung jawab negara bekerja.

Bila semua ingin berkuasa, maka yang lahir adalah keributan.

Guzermon Resmi Ditunjuk Sebagai Penasihat Aspeknas Kota Tangerang

Tercemarnya Cisadane karena limbah terbakar adalah musibah.

Partai baru bermunculan. Tanda demokrasi hidup, tapi juga alarm: jangan sampai politik berubah jadi pasar kendaraan ambisi.

Lalu untuk apa Komisi Reformasi Polri dibentuk?

JK membaca politik dari bahasa keputusan

Semua akar masalah hari ini bermuara pada satu titik: lemahnya penegakan hukum.