Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Semua memaksakan klaim diri sebagai Islam paling sejati.

Semua memaksakan klaim diri sebagai Islam paling sejati. Semua memaksakan klaim diri sebagai Islam paling sejati. Padahal kebenaran tidak pernah lahir dari teriakan paling keras, tetapi dari akhlak dan keteladanan. Ironinya, negara yang seharusnya menjadi penentu otoritas justru sering terlihat kalah oleh tarik-menarik ormas dalam menentukan hari-hari besar keagamaan. Dengan dalih kebebasan ekspresi keyakinan, keputusan yang seharusnya satu menjadi banyak versi. Akibatnya umat bingung: Idul Fitri bisa berbeda, Idul Adha bisa berbeda, bahkan awal Ramadan pun kadang berbeda. Negara mestinya berdiri sebagai wasit peradaban, bukan penonton di tengah persaingan klaim kebenaran. Kebebasan beragama memang hak, tetapi ketertiban sosial juga tanggung jawab bersama. Islam tidak membutuhkan teriakan “paling benar”. Islam membutuhkan ketenangan akal, kedewasaan iman, dan kepemimpinan yang berani menata perbedaan. JK Presiden Republik Langit “Jika semua merasa paling benar, maka yang hilang bukan a...

Postingan Terbaru

Tiga Ilmu Politik

Ilmu Ikan

Berita yang up to date dan terdepan, tapi miskin pencerahan — itu penyakit media modern, Mon.

JK tetap JK, dengan siapapun dia berteman dan berkumpul.

MBG: Ikon Mentereng, Kerja Mirip Orang Bodoh?

Berapa banyak orang berpuasa tiada mendapatkan apapun kecuali lapar dan haus, (hadist nabi)

BoP itu singkatan dari Board of Peace.

Lailatul Qadar itu nyata.

JK adalah Winston Churchill , Mustafa Kemal Atatürk, Václav Havel masa depan

Operator AI vs Manusia Berakal